20 Oktober 2011
17 November 2010
PROGRAM AIDIL ADHA

Perak. Pada biasanya warga kumalasa melaksanakan program qurban bersama keluarga besar tapi Bapak Nurun Hidayat Bin Abdul Muttolib melaksanakan pemotongan 2 ekor Lembu di Resort Nazni. Sungai wangi, Ayer Tawar Perak. hanya dihadiri oleh sebagian kecil dari keluarga. Alhamdulillah kemerihan dan kekompakan keluarga kecil bapak Nurun sangat bermakna. Alahuakbar Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilham.
Oleh: Dony de baweano.
22 November 2008
Malaysia Kembali Usir 151 TKI Ilegal
Media Hikma : 22 November 2008
Sumber : tvOne
Kasubsi Lintas Batas Keimigrasian Kota Tanjung Pinang, Ispaisah menguraikan, TKI bermasalah tersebut terdiri dari 123 orang pria, 27 wanita dan seorang anak.
"Mereka diusir dari Pelabuhan Pasir Gudang, Malaysia, menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang," kata Ispaisah.
Jumat malam (21/11) Malaysia mengusir 152 orang TKI ilegal lainnya ke Indonesia melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura, yang terdiri dari 139 pria, 11 orang wanit dan dua orang anak, sedangkan Kamis malam (20/11) TKI yang diusir ada 146 orang yang terdiri dari 101 pria, 44 perempuan dan seorang anak.
"Mereka diusir karena tidak memiliki dokumen yang lengkap sebagai pekerja di Malaysia," katanya.
Setiap pekan Pemerintah Malaysia memulangkan TKI ilegal ke Indonesia melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura sehingga dalam sepekan, pemulangan TKi ilegal bisa sampai empat kali.
TKI yang diusir Pemerintah Malaysia kemudian diinapkan sementara di penampungan Satgas TKI bermasalah di Tanjungpinang untuk kemudian dipulangkan ke kampung halaman mereka dengan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat.
"Mereka dipulangkan ke kampungnya dengan menggunakan kapal," kata Ispaisah.
Fiskal Bakal Naik Bagi yang Tak Punya NPWP
Media Hikma : 21 November 2008
Sumber : tvOne
"Ini merupakan pelaksanaan lebih lanjut dari UU bidang perpajakan di mana fiskal keluar negeri tidak dipungut untuk mereka yang memiliki NPWP," kata Dirjen Pajak, Darmin Nasution di Jakarta, Kamis.
Sementara bagi mereka yang tidak memiliki NPWP dan sudah berusia 21 tahun harus bayar fiskal jika bepergian keluar negeri. "Kita usulkan nilainya dinaikkan dari yang berlaku sekarang, berapa besarnya? kita belum mau ngomong, sebelum aturannya diteken," kata Darmin.
Ia mengakui kebijakan itu ditujukan untuk menambah jumlah wajib pajak sehingga penerimaan pajak juga diharapkan meningkat.
Ketika didesak berapa besar kenaikan tarif fiskal keluar negeri dan berapa besar potensial lost dari kebijakan itu, Darmin mengatakan, rancangan peraturan pemerintahnya (RPP) mengenai hal itu masih dalam pembahasan.
"Kalau yang menyangkut pembahasan itu belum ada kepastian, kalau kita sampaikan takutnya nanti ada perubahan, kan repot," katanya. Namun ia mengatakan bahwa penyusunan aturan itu tidak lagi melibatkan DPR dan cukup di internal pemerintah saja.
"Nanti kalau sudah diteken berarti sudah lewat dari berbagai pembahasan sehingga ada kepastian, maka bisa kita sampaikan, tapi RPP itu kan mekanismenya sederhana saja yaitu dengan Dephukham, Setneg, berbagai instansi terkait," jelasnya.
19 November 2008
Menkeu : Jangan Pegang Dolar Kecuali Anak Sekolah di LN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengimbau agar masyarakat rumah tangga tidak memegang dolar AS kecuali mempunyai tanggungan yang bersekolah di luar negeri.
"Untuk masyarakat rumah tangga yang memang tidak perlu pegang dolar AS, ya
jangan pegang, kecuali mempunyai anak yang sekolah di luar negeri," kata Sri Mulyani di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, masyarakat perlu memahami mengenai apa yang terjadi di lingkungan global dan kemudian berdampak pada perekonomian nasional. Tugas pemerintah adalah berusaha, supaya kondisi yang sumbernya dari luar itu, dampaknya bisa diminimalisir.
"Dolar AS ini kan anomali karena sebetulnya perekonomian AS yang diterpa krisis. Kalau negara-negara emerging (berkembang) pada 97-98 seperti Korea, Thailand begitu negaranya tertimpa krisis mata uangnya terdepresiasi, namun kalau di AS kan tidak, begitu diterpa krisis malah dolar AS terapresiasi," katanya.
Menurut Menkeu, sewaktu pertemuan Menkeu-menkeu di Sao Paulo maupun di Washington, masalah itu menjadi perhatian karena karena likuiditas dolar AS yang terbatas.
"Karena itu The Fed dan pemerintah AS diminta untuk melakukan berbagai keputusan yang membuat supply dollar AS menjadi cukup, walaupun masalah intinya bukan pada stoknya yang kurang, tapi karena orang tidak ada yang mau trading, karena tidak ada confidence," katanya.
Ia menyebutkan, dalam salah satu komunike G20 juga ditetapkan adanya langkah yang harus dilakukan untuk mengaktifkan kembali transaksi. "Confidence global ini yang terus diupayakan sehingga jumlahnya harus ditambah, sehingga dua kombinasi ini diharapkan ada normalisasi yang disebut nilai mata uang itu kembali," katanya.
Menurut dia, depresiasi mata uang negara lain seperti Australia, Thailand, Singapura sudah mencapai 30 hingga 40 persen sementara Indonesia masih dalam batas yang aman. "Meskipun demikian semua pelaku usaha harus sudah melakukan penyesuaian terhadap tingkat ekuilibrium yang sementara ini," katanya.
Ia mengakui ekuilibrium sementara ini akan menyulitkan kalau menjadi permanen, sehingga secara fundamental yang dilakukan pemerintah adalah mengupayakan peningkatan ekspor meskipun destinasinya menjadi agak sulit. "Walaupun ekspor kita perbaiki, permintaannya tetap terbatas sehingga alternatif destinasi seperti cina tetap diupayakan," katanya.
06 November 2008
Suciwati: Pembunuh Munir Jangan Dihukum Mati
Media Hikma : 06 November 2008Sumber : Kompas
JAKARTA, KAMIS — Hukuman mati tak akan pernah mendatangkan efek jera dan tak menyelesaikan masalah. Selain itu, setiap manusia mempunyai hati nurani yang memungkinkannya berubah menjadi lebih baik. Berdasarkan keyakinan itulah, Suciwati berharap, jika suatu saat pembunuh suaminya, Munir ditemukan, maka ia tak menginginkan hukuman mati dijatuhkan pada pelaku.
"Bila nanti sudah terbukti para pelaku pembunuh Munir, saya cuma ingin Pemerintah menjatuhkan vonis seumur hidup saja," kata Suciwati, di Jakarta, Kamis (30/10).
Suciwati yang kini menjadi pegiat hak asasi manusia itu meyakini hukuman seumur hidup akan lebih efektif dan memberikan efek jera daripada hukuman mati. "Karena setiap orang, mempunyai nurani dan berhak untuk hidup. Bila nyawa harus dibayar dengan nyawa, berarti itu namanya hukum rimba, dan tidak akan pernah menyelesaikan masalah," ujarnya.
Sikap yang dilontarkan perempuan asal Malang, Jawa Timur bukan berarti ia tak berduka atas tewasnya suami terkasih. Namun di atas semua kesedihannya, ia mengaku tetap menghargai HAM. "Siapa sih yang enggak sedih ditinggalkan oleh orang yang paling dicintai? Namun begitu, meski orang itu telah melakukan kesalahan besar, dan merampas kebahagian saya, saya tetap tidak setuju dengan eksekusi mati," tegas Suciwati.
"Mungkin saja, nurani pelaku pada saat itu sedang tertutup. Semoga, dengan hukuman seumur hidup, dapat menjadikan dirinya berubah dan menyadari kesalahannya," sambungnya.
Sidang Muchdi Kembali Hadirkan Penyidik Polri
Media Hikma : 06 November 2008
Sumber : Kompas
JAKARTA, KAMIS - Sidang lanjutan kasus pembunuhan Munir dengan terdakwa mantan Deputi V BIN Muchdi Purwoprandjono akan digelar di PN Jakarta Selatan, Kamis (6/11) ini.
Agenda persidangan, kembali menghadirkan 3 saksi verbal lisan yaitu para penyidik polri yang memeriksa dan mencatat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dua sopir Muchdi, Suradi dan Imam Mustofa. Demikian dikatakan Koordinator Tim Jaksa Cirus Sinaga kepada Kompas.com, Kamis (6/11) pagi.
"Tiga penyidik yang dihadirkan yaitu Memet, Djuarsah dan I Nyoman. Mereka yang memeriksa sopir terdakwa, Suradi dan Imam Mustofa," kata Cirus.
Dihadirkannya saksi verbal lisan ini untuk mengkonfirmasi beberapa materi pemeriksaan yang disangkal oleh kedua sopir Muchdi. Keduanya sempat mengatakan ada beberapa keterangan yang tidak pernah mereka sampaikan, namun tertuang dalam BAP.
Akan tetapi, ujar Cirus, agenda terpenting hari ini, jaksa akan menyampaikan permintaan kepada majelis hakim agar BAP mantan Deputi V BIN Budi Santoso dan mantan Waka BIN M. As'ad untuk dibacakan di persidangan. Hingga persidangan pekan lalu, keduanya belum menyatakan kesediaannya untuk hadir di persidangan. Cirus mengatakan, pihaknya telah berusaha menghubungi keduanya, namun keberadaan mereka tidak diketahui hingga saat ini.
Pengacara Muchdi Pertanyakan Dihadirkannya Saksi Polri
Media Hikma : 06 November 2008
Sumber : Kompas
JAKARTA, KAMIS - Kuasa Hukum Muchdi Pr yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan Munir mempertanyakan dihadirkannya kembali dua penyidik Polri yang menjadi saksi verbal lisan dalam sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Kamis (6/11). Kedua penyidik dihadirkan untuk mengkonfirmasi pemeriksaan yang dilakukan terhadap dua sopir Muchdi, Suradi dan Imam Mustofa. Menurut kuasa hukum, baik Suradi maupun Imam tak mencabut keterangannya di BAP atau menyatakan keberatan. Sehingga, kehadiran kedua saksi verbal lisan tersebut dipertanyakan urgensinya.
Jaksa Maju Ambarita menjelaskan, pihaknya menghadirkan kedua penyidik untuk menggali bagaimana suasana pemeriksaan saat BAP dan apakah para saksi didampingi pendamping saat menjalani pemeriksaan."Kami ingin lebih menggali suasana pemeriksaan seperti apa, dan untuk mengetahui apakah ada yang mendampingi atau tidak," kata Ambarita.
Saksi penyidik pertama yang didengar kesaksiannya adalah Ni Nyoman Radita. Ia mengaku memeriksa Suradi pada 6 Februari 2006 di Bareskrim Mabes Polri. "Ada satu orang yang mendampingi, tapi saya lupa siapa namanya," ujar Nyoman.
Menurut Nyoman, saat pemeriksaan pihaknya memberikan kesempatan untuk rehat shalat, makan dan minum. Saksi yang diperiksapun menyatakan dalam keadaan sehat. Di akhir pemeriksaan, kata Nyoman, saksi juga tak menyatakan keberatan apapun dan menyatakan apa yang tertuang dalam BAP sudah benar.
Kehadiran saksi kedua, Ahmad Djuarsah yang memeriksa Imam Mustofa pun dipertanyakan kuasa hukum Muchdi, Wirawan Adnan. "Menurut kami tidak ada relevansinya dengan kesaksian Imam Mustofa. Yang bersangkutan tidak pernah menyampaikan keberatan atau mencabut BAP. Jadi, hal ini hanya membuang waktu saksi dan persidangan karena tidak ada urgensinya dengan kesaksian Imam Mustofa," kata Adnan.
Jawaban yang disampaikan jaksa sama seperti alasan menghadirnya Ni Nyoman Radita. Kedua saksi pun hanya memberikan kesaksian masing-masing sekitar 5 menit. Persidangan dilanjutkan dengan penyampaian usulan jaksa untuk membacakan kesaksian Budi Santoso dan M. As'ad.
BAP Budi Santoso Dibacakan, Kuasa Hukum Muchdi Keberatan
Media Hikma : 06 November 2008
Sumber : Kompas
JAKARTA, KAMIS - Tim Kuasa Hukum Muchdi Pr tetap pada sikapnya, menyatakan keberatan atas keputusan hakim untuk membacakan kesaksian mantan Direktur V.1 Budi Santoso dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Kamis (6/11). Menurut kuasa hukum Muchdi, Luthfie Hakim, keberatan tersebut karena ketidakhadiran saksi membuat hilangnya kesempatan untuk melakukan konfirmasi atas kesaksiannya.
Namun, hakim ketua Suharto memutuskan tetap membacakan, dan keberatan kuasa hukum akan dicatat dalam berita acara persidangan. Sebanyak empat berkas pemeriksaan Budi Santoso dibacakan oleh jaksa penuntut umum secara bergantian. Setelah satu berkas dibacakan, terdakwa Muchdi diberikan kesempatan untuk menanggapi keterangan Budi. "Selain keberatan dengan pembacaan BAP, kami juga menyatakan lebih keberatan karena dari empat BAP, dua BAP tidak disumpah," kata Luthfie.
Hakim memutuskan BAP Budi Santoso dan BAP mantan Waka BIN M. As'ad dibacakan, karena menilai jaksa telah melakukan pemanggilan secara patut dan sah. Namun, karena alasan melaksanakan tugas negara, keduanya tidak bisa menghadiri persidangan. Berdasarkan keterangan dari Departemen Luar Negeri Budi tengah melaksanakan tugas intelijen di Afghanistan. Sebelumnya, Budi diketahui berada di Pakistan.
Budi Santoso Pojokkan Muchdi
Media Hikma : 06 November 2008
Sumber : Kompas
JAKARTA, KAMIS - Keterangan yang disampaikan mantan Direktur V.1 BIN Budi Santoso dalam Berita Acara Pemeriksaannya (BAP) memojokkan mantan Deputi V BIN Muchdi Purwoprandjono. Dalam BAP tanggal 3 Oktober 2007 yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU), Budi mengatakan bahwa mantan pilot Garuda, Pollycarpus Budihari Priyanto kenal dekat dengan Muchdi. Ia sendiri mengenal Muchdi pada pertengahan tahun 2004 saat Polly menemui dirinya untuk meminta bantuan mengoreksi surat rekomendasi yang ditujukan kepada Dirut Garuda Indra Setiawan.
Surat rekomendasi tersebut, merupakan permintaan untuk menempatkan Polly pada bagian Corporate Secretary Garuda Indonesia. "Polly datang ke ruangan saya atas referensi dari Muchdi. Saya tidak pernah menugaskan Muchdi, hanya mengoreksi suratnya saja," demikian Budi dalam BAP-nya.
Pada rentang waktu Juli hingga Oktober 2004, Budi juga mengaku kerap dihubungi Polly melalui telepon genggamnya. Materi perbincangannya, Polly selalu menanyakan informasi keberadaan Muchdi apakah berada di kantor atau tidak. "Kalau Polly akan ke Muchdi selalu tanya saya. Setahu saya, Polly sering ke BIN untuk bertemu Muchdi," ujar Budi seperti dibacakan jaksa.
Sepengetahuan Budi, Polly merupakan anggota jejaring non organik yang direkrut oleh Muchdi. Atas keterangan Budi pada BAP 3 Oktober 2007 ini, Muchdi mengeluarkan bantahan. Ia menyatakan tak pernah mengenal Polly. Demikian pula keterangan bahwa Polly merupakan jejaring BIN yang direkrutnya. "Keterangan itu saya nyatakan tidak benar," kata Muchdi.
Mengenai adanya surat rekomendasi yang dikatakan Budi atas perintah Muchdi, juga dibantah mantan Danjen Kopassus itu. Muchdi mengatakan, tugas membuat surat merupakan tugas Direktorat V.1 yang dipimpin oleh Budi. "Sebagai Direktur pengendalian operasi, yang membuat surat adalah direktur V.1 baru masuk ke deputi. Jawaban saksi yang mengatakan tidak tahu juga saya ragukan, karena sebagai direktur V.1 pasti tahu (soal surat)," tegas Muchdi.
Kematian Munir Kegiatan Intelijen
Media Hikma : 06 November 2008
Sumber : Kompas
JAKARTA, KAMIS - Kesaksian mengejutkan datang dari mantan Direktur Perencanaan dan Pengendalian Operasi (Direktur V.1) BIN Budi Santoso. Dalam BAP tanggal 27 Maret 2008 yang dibacakan jaksa pada sidang di PN Jakarta Selatan, Kamis (6/11), berdasarkan fakta-fakta yang ada, ia mengatakan bahwa kematian Munir adalah hasil dari kegiatan intelijen. Namun, ia menegaskan operasi tersebut tak ada pada direktorat yang dipimpinnya.
Beberapa fakta yang dimaksud Budi untuk menunjukkan bahwa kematian aktivis HAM tersebut ada kaitannya dengan operasi intelijen. Pertama, adanya surat rekomendasi yang ditujukan kepada Direktur Garuda Indra Setiawan, berisi permintaan agar Polly diperbantukan pada bagian Corporate Secretary. Kedua, adanya pertemuan antara Muchdi dan Polly. Ketiga, pemberian sejumlah uang kepada Polly atas perintah Muchdi. Dan, keempat, status Polly sebagai anggota jejaring non organik BIN yang menurut Budi direkrut oleh Muchdi.
"Yang merekrut Polly adalah Muchdi. Kapan direkrutnya saya tidak tahu. Tapi saya ketemu dia (Polly) di ruang Muchdi saat memberikan uang 10 juta. Orang yang berwenang memberi tugas ke Polly adalah agen handler-nya yaitu Muchdi," demikian Budi Santoso.
Sebenarnya, masih kesaksian Budi, Munir tak perlu dijadikan target operasi BIN. Namun, karena vokalnya ia mengkritisi kasus-kasus pelanggaran HAM, memungkinkan ada individu-individu yang merasa terusik kepentingannya. "Menurut saya, aktifitas Munir bisa mengganggu kenyamanan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Sebenarnya, Munir tidak perlu dijadikan target operasi, tapi tergantung masing-masing individu yang terganggu kepentingannya karena aktifitas Munir," kata Budi.
Tanggapan Muchdi, hampir sama dengan tanggapannya terhadap BAP yang dibacakan sebelumnya. Mengenai dugaan bahwa Polly merupakan agen jejaring BIN yang direkrutnya, dibantah Muchdi. Ia mengatakan, dalam struktur BIN, sebagai Deputi ia hanya memiliki dua staf. Agen organik dan non organik koordinasinya berada dibawah Kasubdit yang secara struktural dibawah Direktur.
"Setiap agen organik atau jejaring pasti mempunyai surat bahwa dia anggota non organik," ujar Muchdi dalam tanggapannya. Kesaksian tanggal 27 Maret 2008 ini yang tidak dilakukan dibawah sumpah, diminta Muchdi dijadikan catatan.
Loket Pelayanan Paspor Imigrasi Tg. Perak Sepi, Biro Jasa Mendominasi

Media Hikma : 06 November 2008
Sumber : jawa Pos
--------
Husein Diadili, Zaenal DPO
Sumber : Jawa Pos
Kemarin (5/11) Husein duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Dalam sidang tersebut, Husein mengenakan seragam tahanan, baju putih lengan panjang, dan celana hitam plus sandal jepit.
Sidang dipimpin majelis hakim dengan ketua Jemmy Wempy Lantu dan anggota Muhyiddin dan Suprianto. Kemarin sidang baru memasuki keterangan saksi-saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Lilik Indahwati.
Saksi yang dihadirkan adalah Muslikh. Saksi korban itu menyatakan telah dikeroyok sejumlah orang. Di antaranya, yang dikenalinya adalah Husein dan Zaenal, mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) Gresik.
Muslikh mengatakan, akibat pengeroyokan tersebut, dirinya menderita luka memar di bagian kepala. Bahkan, saat kejadian dia sempat jatuh pingsan.
Pengeroyokan terhadap Muslikh dan Zulfan ditengarai kuat imbas dari dualisme kepengurusan DPC PKB Gresik. Muslikh dan Zulfan dari kubu PKB pimpinan Moh. Syafik dan Ainurrofiq diangkat Muhaimin Iskandar.(yad/ib)
Polisi Temukan Gudang Curanmor di Jalan Raya Dupak
Media Hikma : 06 November 2008Sumber : Jawa Pos
Dalam gudang berlantai dua tersebut terdapat ratusan sepeda motor. Sebagian sudah dipereteli dalam bentuk onderdil, sebagian lain masih berbentuk sepeda motor utuh. ''Kami yakin semua adalah barang curian. Gudang itulah yang selama ini menampung dan menjual kembali motor hasil kejahatan,'' kata Kasatreskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Syahardiantono.
Gudang berpintu besi hijau tersebut diketahui milik pengusaha bernama H Siri. Ketika polisi menggerebek, si pemilik sudah melarikan diri. ''Pemiliknya buron. Kami masih mengejar,'' ucapnya.
Penemuan gudang penampung hasil curanmor itu berawal dari penangkapan dua tersangka oleh tim Idik I pimpinan AKP Arbaridi Jumhur. Mereka adalah Yulianto, 34, warga Jalan Gasing IV, dan Choirul Anam, 31, warga Jalan Pasar Babakan IV.
Yulianto diyakini petugas sebagai pemetik atau eksekutor pencurian motor. Sebab, ketika ditangkap, dia sedang membawa kabur sebuah motor Yamaha MX di Jalan Rajawali, Senin (3/11). ''Tersangka memang sudah lama kami incar. Dia terlibat sejumlah kasus pencurian. Dia adalah residivis kasus curanmor dan pernah mendekam di Polres Surabaya Utara,'' ungkapnya.
Syahar menuturkan, Yulianto adalah pelaku curanmor yang sering mengobok-obok wilayah Surabaya Selatan. Sampai-sampai, Polres Surabaya Selatan ditegur Kapolwiltabes Surabaya karena paling sering kebobolan pelaku curanmor.
Setelah penangkapan Yulianto, wilayah Surabaya Selatan memang terkesan aman dari kasus curanmor. Setidaknya, dalam dua hari terakhir tidak ada laporan mengenai kasus pencurian.
Kepada polisi, Yulianto menjelaskan bahwa dirinya melakukan kejahatan karena permintaan Choirul. Maksudnya, Yulianto memasok motor curian sesuai pesanan Choirul. ''Choirul adalah penadahnya. Dia memesan motor Jupiter MX dari Yulianto,'' ujar mantan Kasatpidek Polda Jatim tersebut.
Selasa (4/11), penadah barang curian tersebut berhasil dibekuk. Choirul ditangkap di Jalan Pesapen, namun polisi tak menemukan bukti apa pun dari penadah tersebut. ''Saat kami periksa, dia mengaku telah memesan motor curian kepada Yulianto. Pengakuan itu sudah cukup untuk menjeratnya sebagai tersangka,'' tegas Syahar.
Dalam penyidikan selanjutnya, Choirul menyebut nama penadah yang lebih besar, yakni H Siri. Selama ini, Choirul selalu melempar motor hasil kejahatan ke gudang Siri di Jalan Raya Dupak. Satu unit motor biasanya dijual kepada Siri dengan harga variatif, bergantung kondisi kendaraan. ''Biasanya, motor dijual Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Menurut Choirul, motor Jupiter saat ini banyak diminati,'' jelasnya.
Menurut penelusuran polisi, selain menerima hasil curanmor dari Surabaya, Siri menampung motor dari daerah lain. Misalnya, Madura, Sidoarjo, Gresik, dan wilayah tapal kuda. Motor hasil curian itu biasanya dijual dalam dua jenis. Yakni, peretelan dan utuh.
Untuk peretelan, hasil curian diduga kuat dipasok ke sejumlah toko onderdil atau sejumlah stan di pasar loak. ''Modusnya, H Siri minta pasokan motor curian dari Choirul. Pesan H Siri itu diteruskan kepada Yulianto. Nah, Yulianto bertugas mencuri,'' ungkapnya. (fid/fat)
Kemenangan Obama Juga Kemenangan SD Menteng
Media Hikma : 06 November 2008
Sumber : Kompas
JAKARTA, RABU — "Obama... Obama... Obama... We Love You...." Itulah yel-yel yang diteriakkan oleh ratusan siswa kelas I hingga VI saat menyaksikan penghitungan suara Pemilihan Presiden AS melalui televisi layar lebar di bangsal Sekolah Dasar Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/11).
Ruangan seluas 1.500 meter persegi seolah tidak muat menampung ratusan siswa yang hari itu secara khusus diperbolehkan menonton penghitungan suara Pemilu Presiden AS secara langsung yang menjadi pertarungan dua kandidat, Barack Obama dan John McCain.
Sekolah yang pernah menjadi tempat Obama menuntut ilmu itu beberapa hari terakhir memang terlihat sibuk menyambut Pemilu Presiden AS. Kelekatan dengan sosok Obama membuat Pemilu AS menjadi sangat istimewa di sini.
Menurut Kepala Sekolah SD Menteng Kuswadiyanto, para guru dan murid bahkan berdoa untuk kemenangan Obama setiap hari sebelum mulai pelajaran. "Setiap pagi sebelum pelajaran dimulai kita selalu berdoa untuk Barry. Semoga dia menang dalam pemilihan ini," katanya penuh semangat.
Ketika angka-angka di layar kaca menunjukkan kemenangan Obama, ratusan siswa berhamburan ke berbagai arah menuju lapangan meski gerimis mulai turun. Dengan membawa foto Obama mereka meloncat-loncat kegirangan, tak peduli pada hujan.
Bagi mereka kemenangan Obama adalah kemenangan mereka. Mereka bangga karena dulu pernah ada murid dari sini yang bisa menjadi Presiden AS. Para siswa pun berharap Obama akan mendatangi mereka, mendatangi sekolahnya. "Gua pengen Obama datang ke sini biar kita bisa ngobrol-ngobrol sama dia," ungkap Ajo, siswa kelas VI B. Hal senada juga dikatakan oleh Ano siswa kelas IV dan Azra yang masih duduk dikelas III A.
Menurut rencana, sekolah akan tetap melakukan doa besok pagi. "Kita masih memikirkan wujud syukur kita nantinya yang jelas doa permohonan tetap akan kita lakukan setiap pagi," kata Kuswadiyanto. "Hari ini biar kami menikmati kemenangan ini bersama murid kami," ujarnya sambil menonton pidato kemenangan Obama di layar kaca.
Adik Imam Samudera Ragukan Situs Pengancam SBY
Sumber : Kompas
SERANG, RABU — Adik Bungsu Abdul Azis atau Imam Samudera, Dedi Chaidir, meragukan situs www.foznawarabbilkakbah.com. Saat ditunjukkan situs tersebut, Dedi terlihat kaget melihatnya. Dedi kemudian menyatakan keraguannya, yaitu tanda tangan kakaknya yang menurutnya sedikit berbeda.
"Saya meragukan. Sebab, kang Azis setahu saya tak boleh ada pulpen di dalam sana (penjara), Nusakambangan. Mungkin saja, situs itu hanya bagian dari profokasi," kata Dedi secara khusus saat ditemui Persda Network, Rabu (5/11).
Selain tanda tangan, kalaupun kakaknya, Amrozi, ataupun Ali Gufron menulis surat, pastilah pihak pengacara tahu. "Apa kang Azis bisa buat situs internet di dalam Nusakambangan? Soal itu, biar saja TPM yang menanggapi. Kalau saya ditanya, ya ragu benar tidaknya," tukas Dedi.
"Namun, kalau melihat dari tulisannya, itu memang tulisan mirip Kang Azis, saya yakin itu. Tanda tangannya memang sama, cuma agak ragu saya, betul atau tidak soalnya agak beda. Yang saya tanyakan, itu benar tulisan kang Azis, tetapi kenapa baru dikeluarkan sekarang? Apalagi, sekarang ini situasinya sedang genting," kata Dedi.
Dalam situs itu terdapat tulisan latin dan tulisan berbahasa Arab. Baik tulisan latin maupun Arab, Dedi kembali memperhatikan kedua tulisan itu. Tak lama kemudian Dedi berujar, merasa yakin kalau kedua tulisan itu memang mirip dengan tulisan kakaknya. Meski keasliannya, Dedi tetap meragukan.
"Tanda tangannya yang agak saya ragu soalnya tulisan yang atas agak beda dengan tanda tangan tulisan yang di bawah. Ada yang ingin memancing di air keruh," ujarnya.
Penyebar Ancaman Pembunuhan SBY Belum Ditemukan
Sumber : Kompas
JAKARTA, RABU - Mabes Polri belum berhasil mengendus siapa yang berada di balik teror ancaman pembunuhan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) yang ditayangkan lewat sebuah wabsite. Tim dari Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri tengah menelusuri jejak orang yang mengklaim mendapat wasiat dari Amrozi Cs untuk disiarkan.
"Kita lagi melacak. Kita punya tim yang khusus menangani cyber crime. Ini tidak bisa dianggap biasa. Ini cyber crime," kata Kabareskrim Mabes Polri Irjen Susno Duadji di Mabes Polri, Rabu (5/11).
Menurut Susno, tim dari cyber crime tengah menelusuri jejak-jejak orang tersebut di dunia maya. Ia yakin tim yang diterjunkan bakal dapat menemukan jejak dari mana, keluar dari situs siapa, dan kemudian memburu siapa yang membuat."Kami optimistis jejak-jejaknya masih bisa ditelusuri," tambahnya.
Susno berjanji, bila nanti ada hasilnya, dan bisa menangkap orangnya akan diumumkan. "Ya nantilah kalau sudah ada hasilnya," ujar Susno berjanji.
Susno juga menyatakan akan mengusut teror-teror yang disebarkan lewat SMS. Untuk itu dia meminta warga yang diteror, segera melapor ke kepolisian. Menurut Susno, meskipun SMS itu hanya kata-kata dan tidak dibuktikan, tapi itu tetap teror. Orang yang melakukan harus ditangkap dan ditindak.
"Nomor memang bisa dibeli di mana saja dan setelah itu bisa dibuang, ganti yang lain. Kita sudah melakukan bagaimana mengatisipasinya. Kita tetap akan melacak, sejauh mana kemampuan teknologi yang kita punya," katanya. (PersdaNetwork/ sugiyarto)
SBY Diancam Dibunuh, Polri Sertius Tindak lanjuti
Sumber : Kompas
Kabareskrim Polri Irjen Susno Duadji mengaku langsung mengecek sendiri isi dari situs yang beralamat di www.foznawarabbilkakbah.com itu. Menurut Susno, situs yang memuat ancaman semacam itu tidak bisa dibiarkan. Itu sudah luar biasa. Harus ditindaklanjuti dengan penyelidikan orang-orang di balik situs tersebut.
"Kami sudah melihat sendiri isi situs itu. Kami saat ini tengah menyelidiki siapa pembuat situs dan apa motivasi mereka dengan menayangkan ancaman teror tersebut," ungkap Susno Duadji di Mabes Polri, Selasa (4/11).
Menurut Susno, motivasi si pembuat ancaman tersebut dapat bermacam-macam, bisa saja hanya untuk mencari sensasi. Namun, tidak menutup kemungkinan pembuat ancaman tersebut merupakan kelompok yang memang bertujuan untuk menyebarkan teror. "Muatan dalam situs internet itu terdapat hal yang serius dan bercanda itu biasa. Namun, kalau yang sifatnya ancaman itu bukan biasa. Harus kita tindak lanjuti," kata Susno.
Lalu, apa hasil penyelidikan yang telah dilakukan Mabes Polri? Susno belum bersedia mempublikasikannya. Alasannya, tidak ingin menebarkan teror baru bagi masyarakat. Penyelidikan ini setelah tuntas dan ketemu orangnya, termasuk apa motivasinya, baru boleh dipublikasikan ke masyarakat sehingga tidak justru menimbulkan teror baru di masyakat. "Jangan dulu. Nanti kalau sudah diketahui, repot jadinya," kata Susno.
Di tengah simpang siurnya pelaksanaan eksekusi Amrozi dkk, muncul satu situs berisi ancaman pembunuhan atas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta para pejabat tinggi Indonesia yang terkait putusan hukuman mati itu.
Mereka yang menjadi target, antara lain Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalata, Jaksa Agung Hendarman Supandji, dan Jampidum Kejakgung Abdul Hakim Ritonga. Juga dituliskan Ketua PBNU Hasyim Muzadi.
Situs itu beralamat di www.foznawarabbilkakbah.com berisi pesan dalam tiga bahasa, Indonesia, Arab, dan Inggris, antara lain menyerukan perang dan mengajak kaum mukminin dan khususnya kaum mujahidin melakukan pembunuhan atas sejumlah individu yang terlibat dalam eksekusi.
Seruan itu berbentuk surat pernyataan dalam bahasa Indonesia yang terdiri atas delapan butir pernyataan. Di bagian akhir, surat yang diklaim dibuat pada 5 Agustus 2008 di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan itu dibubuhkan tiga nama dan tanda tangan terpidana mati, Amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudra.
Khofifah Gelisah Atas Hasil Penghitungan Cepat
Sumber : Kompas
Hal ini dikatakan Khofifah Indar Parawansa dalam jumpa pers di Posko Pemenangan KaJi, di Perumahan Deltasari, Sidoarjo, Rabu, sehari setelah pilkada Jawa Timur putaran kedua dilaksanakan.
Menurutnya, tim pemenangan KaJi menemukan adanya upaya untuk melakukan perubahan perolehan suara di Madura, Surabaya dan Banyuwangi serta beberapa kota lainnya. Khofifah tidak menjelaskan secara jelas modus perubahan suara yang ditemukannya.
"Kami menemukan beberapa upaya untuk melakukan perubahan suara, bahkan ada di tiga titik yang banyak mengalami upaya penggelembungan suara, sehingga sangat merugikan KaJi," katanya.
Tetapi kegelisahan Khofifah agak terobati, setelah Polda Jatim melakukan pengumpulan data awal di masing-masing TPS sehingga sangat membantu pihaknya untuk menghindari kecurangan. "Hal itu bisa menghindarkan kemungkinan terjadinya kecurangan yang tidak kita harapkan," katanya.
Sementara itu di Jakarta, Ketua Umum DPP PPP, partai pengusung Khofifah sejak awal, telah pula menginstruksikan kader-kader partai itu untuk mengawal penghitungan suara agar jangan sampai terjadi hal-hal yang merugikan pasangan KaJi.
Khofifah menambahkan, KPU sebagai penyelenggara resmi pemilihan merupakan kunci penting dalam Pilgub ini, karena itu penghitungan manual di KPU merupakan hal yang ditunggu sehingga bisa kelihatan siapa pemenangnya.
Ia juga berharap KPU bisa bertindak secara jujur dan proporsional, serta menghargai suara masyarakat terutama yang mendukung Kaji. "Kami akan dengan sabar menunggu hasil dari penghitungan manual di KPUD Jawa Timur," ujar tokoh wanita yang juga pernah jadi menteri itu dengan senyum.
05 November 2008
KELUARGA DI KENYA SAMBUT KEMENANGAN OBAMA
Metrotvnews.com, Kogelo: Keluarga Barack Obama di Kenya menyambut gembira kemenangan Obama sebagai Presiden Amerika Serikat pertama keturunan Afrika-Amerika. Setelah kemenangan itu petugas memperketat pengamanan tempat kelahiran ayah kandung Obama di kawawan barat Desa Kogelo. Petugas juga melakukan pengamanan terhadap media massa yang akan meliput rumah nenek Obama.
Sementara anggota keluarga Obama bersorak gembira di luar rumah mengekspresikan kemenangan Barack Obama. Barack Obama sangat populer di kawasan Afrika. Bahkan, masyarakat Afrika rela menunggu sepanjang malam hanya untuk menyaksikan proses penghitungan suara.
Barack Obama dipastikan sebagai pemenang dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat 2008. Calon presiden dari Partai Demokrat tersebut mencetak sejarah menjadi presiden kulit hitam pertama di Amerika sekaligus menjadi presiden Amerika ke-44.
Berdasarkan penghitungan suara sementara Obama memperoleh 56 persen suara, sementara seterunya dari Partai Republik, McCain, hanya memperoleh 40 persen suara. Kemenangan Obama sudah dipastikan sejak Selasa malam waktu setempat atau Rabu siang Waktu Indonesia Barat. Menjelang pukul dua siang tadi, Obama telah berhasil 350 electoral votes dari 270 electoral votes yang dibutuhkan untuk memenangkan pemilihan Presiden Amerika.
Sementara pada saat yang bersamaan John McCain baru memperoleh 150 electoral votes. Dua kandidat calon presiden ini memperebutkan 538 electoral votes dari electoral college yang tersebar di 50 negara bagian.(DOR)